Sekilas Pandang

Candi Gedong Songo: Saksi Bisu Kejayaan Mataram Kuno di Ketinggian Ungaran

Candi Gedong Songo, yang berarti “sembilan bangunan candi” dalam bahasa Jawa, adalah sebuah kompleks candi Hindu yang terletak di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Meskipun namanya menyiratkan sembilan candi, saat ini yang masih utuh dan dapat dilihat hanya lima kelompok candi. Keberadaannya yang megah di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut menjadikannya bukan hanya situs sejarah, tetapi juga destinasi dengan pemandangan alam yang memukau.

Misteri dan Legenda

Seperti banyak situs kuno lainnya, Candi Gedong Songo juga diselimuti berbagai misteri dan legenda lokal. Salah satu yang paling terkenal adalah cerita tentang “candi kesepuluh” yang konon tidak bisa dilihat oleh orang biasa, kecuali mereka yang memiliki kemampuan supranatural. Candi misterius ini dipercaya berada di bukit paling tinggi yang sangat terjal dan angker, yaitu di bukit belerang.

Candi Gedong Songo bukan hanya sekadar tumpukan batu tua, melainkan sebuah warisan berharga yang merefleksikan kejayaan peradaban Hindu di Jawa pada masa lalu. Keberadaannya di tengah keindahan alam pegunungan menjadikan kunjungan ke situs ini sebagai perpaduan antara edukasi sejarah dan rekreasi yang menenangkan jiwa.

Asal Usul dan Pendiri

Menurut para ahli sejarah, Candi Gedong Songo diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Mataran Kuno, sekitar abad ke-8 Masehi. Pembangunan candi bercorak Hindu Siwa ini umumnya dikaitkan dengan masa pemerintahan Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya, raja pertama dari Dinasti Sanjaya. Periode pembangunan ini menjadikannya sezaman dengan candi-candi di Dataran Tinggi Dieng yang juga merupakan peninggalan Mataram Kuno. 

Lokasi candi yang berada di pegunungan tidak lepas dari kepercayaan umat Hindu pada masa itu. Gunung dianggap sebagai tempat bersemayamnya para dewa dan juga lokasi yang ideal untuk memaksimalkan ibadah agar lebih dekat dengan kahyangan (surga). Hal ini diperkuat dengan ditemukannya arca-arca dewa seperti Siwa Mahakala, Siwa Mahaguru, dan Ganesha di dalam kompleks candi, yang menunjukkan fungsinya sebagai tempat pemujaan.

Penemuan Kembali

Candi Gedong Songo sempat ” tersembunyi” dari catatan sejarah selama berabad-abad. Keberadaan kompleks candi ini pertama kali diungkapkan oleh Loten pada tahun 1740 M. Namun, baru pada tahun 1804, Sir Thomas Stamford Raffles, seorang Letnan Gubernur Jenderal Inggris yang tertarik pada kebudayaan Jawa, melakukan pancatatan dan mempopulerkannya kembali dengan nama “Gedong Pitoe” karena saat itu ia hanya menemukan tujuh kelompok bangunan candi. Seiring waktu, penelitian lebih lanjut menemukan bahwa ada sembilan kelompok candi, meskipun beberapa di antaranya kini tinggal reruntuhan. 

© 2026 All Rights Reserved.